Minggu, 03 Oktober 2010

Penilaian pengajuan SPK Oktober 2010 Div IV dan V



INTER OFFICE MEMO
N0           : 001/SMJL-ED/X/2010                      Tanggal           : 4  Oktober 2010
Hal         : Permohonan pemeriksaan                 Kepada Yth     : Estate  Manager
                  Untuk pengajuan SPK
Lamp      :   lembar

Dengan Hormat,
Berikut kami kirimkan hasil pengamatan terhadap pengajuan permohonan pemeriksaaan rencana pembuatan SPK untuk Divisi IV dan  V.  Adapun yang perlu diperhatikan untuk pembuatan SPK dalah hal sebagai berikut:
A.           
A.                             DIVISI IV
   Saran untuk penerbitan SPK bulan Oktober 2010 adalah :

1.       Pemupukan K. Sawit di Blok E 11, E 12 dan F 14, bagaimana pada daerah tergenang air, apakah langsung dipupuk atau dikonsolidasi terlebih dahulu? Karena pada beberapa pemeriksaan / opname pekerjaan pemborong, banyak daerah yang tergenang yang dipupuk, mungkin daerah yang tergenang diperbaiki terlebih dahulu sebelum dilakukan pemupukan.
2.       Rawat gawang Manual  pada E 11, E 12, E13, E 18, E 19, F 11, G 13, G 14, G 15, H 11, H 12 mohon dikontrol perlakuannya, seperti
o    Babat rumput lunak, pakisan.
o    Gulma Anak kayu/ berbatang keras didongkel, bukan dibabat.
3.       Wipping lalang pada E 11, E 12, E13, E 15, E 16, E 17, E 18, E 19, E 20 mohon perhatikan
o    Pada area yang sudah tumbuh kacangan/LCC, perlakuan wipping dengan menggunakan kain yang dibasuhkan ke helaian daun lalang, bukan disemprot, karena dapat menyebabkan kematian kacangan.
o    Pada daerah piringan, lalang juga harus di basuh (wipe), bukan disemprot.
4.       Buka Piringan/ Rawat piringan pada F 14, F 15, F 16, F 17, F 18, G 11, G 12, G 13, G 14, G 15 dilakukan dengan :
o    Ukuran bukaan piringan sesuai dengan spesifikasi dalam SPK
o    Membersihkan piringan dengan baik sehingga tetap dalam kondisi minim gulma sampai pada rotasi berikutnya ( sering di lapangan dalam jangka waktu 1 bulan saja, piringan sudah menutupo kembali)
o    Bagaimana dengan daerah yang tergenang, apakah tetap dibuat piringan standar?
5.       Semprot gawangan ( Rawat Gawang Kimia) pada F 14, D 13, I 12 harap diperhatikan jangan sampai mengenai tanaman utama(K sawit) dan Kacangan/ LCC
6.       Pengajuan SPK harus dilampirkan gambar kondisi areal masing-masing Blok dan tidak digabungkan beberapa Blok yang cuma diwakilkan 2 lembar gambar/foto, sehingga minimal dapat mewakili areal yang mau diborongkan

B.                   DIVISI V
Saran untuk penerbitan SPK bulan Oktober 2010 adalah :

1.       Untuk J 27, J 28, J 29, J 30, J 31, J 32, J 33, J 34, J 35, J 36, K 31, K 32, K 33 perlakuan Semprot gawangan kenapa digabung dengan Rawat gawang manual, karena sesuai rotasinya dipilih antara Rawat gawang manual dengan rawat gawang kimia.
2.       Untuk K 24, K 25, K 26, K 27 perlakuan Dangir dibedakan dengan  rawat gawang manual , karena dapat overlap, diharapkan pekerjaan danger terlebih dahulu dikerjakan baru rawat gawang manual pada bulan depannya.
3.       Buka Piringan/ Rawat piringan pada J 27, J 28, J 29, J 30, J 31, J 32, J 33, J 34, J 35, K 33, K 36, L 23, L 24, L 25, L 26, L 27, L 28, L 29, L 30 dilakukan dengan :
a.        Ukuran bukaan piringan sesuai dengan spesifikasi dalam SPK
b.       Membersihkan piringan dengan baik sehingga tetap dalam kondisi minim gulma sampai pada rotasi berikutnya ( sering di lapangan dalam jangka waktu 1 bulan saja, piringan sudah menutupo kembali)
c.        Bagaimana dengan daerah yang tergenang, apakah tetap dibuat piringan standar?

4.       Untuk Pemupukan KACANGAN/LCC  di Blok K 22, K 23, K 24, K 25, K 26  bagaimana pada daerah tergenang air, apakah langsung dipupuk atau dikonsolidasi terlebih dahulu? Karena pada beberapa pemeriksaan / opname pekerjaan pemborong, banyak daerah yang tergenang yang dipupuk, mungkin daerah yang tergenang diperhitungkan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemupukan, atau berapa persen daerah yang tergenang/ terendam air.
5.       Untuk Pemupukan K. Sawit di Blok K 33, K 34, K 35, K 36, L 23, L 24, L 25, L 26, L 27, L 28, L 29, L 30, L 31, L, 32, L 34, L 35, L 36, K 31, K 32 bagaimana pada daerah tergenang air, apakah langsung dipupuk atau dikonsolidasi terlebih dahulu? Karena pada beberapa pemeriksaan / opname pekerjaan pemborong, banyak daerah yang tergenang yang dipupuk, mungkin daerah yang tergenang diperbaiki terlebih dahulu sebelum dilakukan pemupukan.
a.       Untuk pekerjaan Spot Lalang baik I maupun II, sebaiknya dilakukan dengan interval yang cukup dengan pekerjaan semprot gawangan
b.      Karena tingkat kematian lalang harus sempurna sesuai dengan sifat pemakaian hebisida round up (herbisida  yang sistemik)  yang tidak tersemprot dengan  herbisida kontak pada pemakaiannya pada gulma lunak, tanaman keras lainya selain lalang (yang bersifat kontak),
c.       Dikhawatirkan karena selang waktu aplikasi herbisida yang berlainan sifat yang terlalu dekat bisa mengubah sifat herbisida sistemik menjadi kontak (jadi perlakuan spot lalang bisa gagal).
6.       Pengajuan SPK harus dilampirkan gambar kondisi areal masing-masing Blok dan tidak digabungkan beberapa Blok yang cuma diwakilkan 2 lembar gambar/foto, sehingga minimal dapat mewakili areal yang mau diborongkan

Demikian disampaikan kepada Bapak, untuk disampaikan perbaikan – perbaikan dan pendataan yang benar sebagai dasar untuk pengajuan ataupun basicdata untuk kondisi masing-masing BLOK.
Atas perhatian Bapak, diucapkan terima kasih.

Hormat kami,                                                                                  Diketahui oleh,




Stefan                                                                                            Ngatirin Setiawan
Est Dept                                                                                       Koordinator Manager