Minggu, 29 Agustus 2010

PENGENDALIAN PENYAKIT TANAMAN KELAPA SAWIT






A. Penyakit

1 Penyakit Akar (Blast disease)

Gejala serangan :

- Tanaman tumbuh abnormal dan lemah
- Daun tanaman berubah menjadi berwarna kuning



Penyebab :

Jamur Rhizoctonia lamellifera dan Phytium sp.



Cara pengendalian :

- Melakukan kegiatan persemaian dengan baik
- Mengatur pengairan agar tidak terjadi kekeringan di pertanaman


2. Penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal stem rot/Ganoderma)

Gejala serangan:

- Daun berwarna hijau pucat
- Jamur yang terbentuk sedikit
- Daun tua menjadi layu dan patah
- Dari tempat yang terinfeksi keluar getah



Penyebab :

Jamur Ganoderma applanatum, Ganoderma lucidum, dan Ganoderma pseudofferum.



Cara pengendalian dan pencegahan :

- Membongkar tanaman yang terserang dan selanjutnya dibakar
- Melakukan pembumbunan tanaman


3. Penyakit Busuk Batang Atas (Upper stem rot)

Gejala serangan:

- Warna daun yang terbawah berubah dan selanjutnya mati
- Batang yang berada sekitar 2 m di atas tanah membusuk
- Bagian yang busuk berwarna cokelat keabuan



Penyebab :

Jamur Fomex noxius.



Cara pengendalian :

- Melakukan pembongkaran tanaman yang terserang dan membuang bagian tanaman yang terserang
- Bekas luka selanjutnya ditutupi dengan obat penutup luka


4. Penyakit Busuk Kering Pangkal Batang (Dry basal rot)

Gejala serangan :

Tandan buah membusuk dan pelepah daun bagian bawah patah.



Penyebab :

Jamur Ceratocytis paradoxa.



Cara pengendalian :

Membongkar tanaman yang terserang hebat dan selanjutnya dibakar.


5. Penyakit Busuk Kuncup (Spear rot)

Gejala serangan:

Jaringan pada kuncup (spear) membusuk dan berwarna kecokelatan.



Penyebab :

Belum diketahui dengan pasti.



Cara pengendalian :

Memotong bagian kuncup yang terserang.


6. Penyakit Busuk Titik Tumbuh (Bud rot)

Gejala serangan :

- Kuncup tanaman membusuk sehingga mudah dicabut
- Aroma kuncup yang terserang berbau busuk



Penyebab :

Bakteri Erwinia.



Cara pengendalian :

Belum ada cara efektif untuk memberantas penyakit ini.


7. Penyakit Garis Kuning (Patch yellow)

Gejala serangan:

Terdapat bercak daun berbentuk lonjong berwarna kuning dan di bagian tengahnya berwarna cokelat.



Penyebab :

Jamur Fusarium oxysporum.



Cara pengendalian :

Melakukan inokulasi penyakit pada bibit dan tanaman muda. Hal ini bertujuan agar serangan penyakit di persemaian dan pada tanaman muda dapat berkurang.


8. Penyakit Antraknosa (Anthracnose)

Gejala serangan :

- Terdapat bercak-bercak cokelat tua di ujung dan tepi daun
- Bercak-bercak dikelilingi warna kuning
- Bercak ini merupakan batas antara bagian daun yang sehat dan yang terserang



Penyebab :

Jamur Melanconium sp., Glomerella cingulata, dan Botryodiplodia palmarum.



Cara pengendalian :

- Melakukan pengaturan jarak tanam, penyiraman secara teratur dan pemupukan berimbang
- Tanah yang menggumpal di akar harus disertakan pada waktu pemindahan bibit dari persemaian ke pembibitan utama.



Pengaplikasian Captan 0,2% atau Cuman 0,1%.


9. Penyakit Tajuk (Crown disease)

Gejala serangan :

Helai daun bagian tengah pelepah berukuran kecil-kecil dan sobek.



Penyebab:

Sifat genetik yang diturunkan dari tanaman induk.



Cara pengendalian :

Melakukan seleksi terhadap tanaman induk yang bersifat karier penyakit ini.


10. Penyakit Busuk Tandan (Bunch rot)

Gejala serangan:

Terdapat miselium berwarna putih di antara buah masak atau pangkal pelepah daun.



Penyebab :

Jamur Marasmius palmivorus.



Cara pengendalian :

Melakukan kastrasi, penyerbukan buatan dan menjaga sanitasi kebun, terutama pada musim hujan.



Pengaplikasian difolatan 0,2 %