Senin, 26 Juli 2004

Hama Kelapa Sawit

Hama Tanaman Kelapa Sawit

1. Coleoptera

1.1 Scarabeidae Rutelinae, Scarabeidae Melolonthinae


Diskripsi
I. Kumbang Adoretus berwarna coklat dengan bercak-bercak putih. Panjang tubuh 1,5 cm dan berbulu halus.
II. Kumbang Apogonia (Night Beetle) berwarna coklat polos. Panjang tubuh 1,2 cm dan tidak berbulu. Warna dada lebih gelap dibandingkan warna sayap.

Biologi
I. Siklus perkembangan berlangsung 3,5 bulan, telur diletakkan di dalam tanah. Larva memakan akar-akar tumbuhan liar di lapisan atas tanah.
II. Di Sumatera Utara, populasi kumbang yang terbanyak pada bulan Juli, September dan Oktober.
III. Pada Siang hari kumbang bersembunyi, masuk beberapa centimeter (cm) ke dalam tanah.
IV. Serangan kebanyakan terjadi pada jam-jam awal malam hari
V. Kumbang Adoretus dewasa menyerang daun, memakan sebagian kecil dari daging daun bagian tengah.
VI. Kumbang Apogonia dewasa mulai menyerang dari bagian pinggir dan membuat robekan besar pada pinggir helai daun.
Tingkat Populasi Kritis
I. 5- 10 ekor untuk populasi kumbang Adoretus
II. 10- 20 ekor untuk populasi kumbang Adoretus
III. Kerusakan pada tanaman yang telah berumur 3 (tiga) tahun ke atas bisa diabaikan.

Metode Pengendalian
- Pengendalian larva sangat sulit dilakukan.
- Tanaman disemprot dengan
• larutan endosulfan ( 1000 – 1500 gr b.a/ha )
• Larutan triklorfon ( 100 gr b.a/ha )
- Untuk pengendalian hama di atas di pembibitan juga dapat dilakukan dengan larutan insektisida di atas atau memakai Butiran Temik 10 % ( 4 gr b.a/bibit/bulan)

1.2 Scarabeidae Dynastinae
1.2.1 Oryctes rhinoceros (Linnaeus)


Diskripsi
I. Kumbang berukuran panjang tubuh 4 cm, berwarna coklat tua.
II. Bagian ujung kepala jantan terdapat sebuah tanduk kecil.
III. Pada kumbang betina terdapat sekumpulan bulu kasar pada ujung perutnya.
IV. Larva kumbang berupa tempayak besar, berwarna putih. Tubuhnya berbentuk silinder, gemuk dan berkerut-kerut, melengkung setengah lingkaran. Kepala larva keras dilengkapi dengan rahang yang kuat.
V. Pupa berwarna coklat kekuningan, berkembang dalam selubung yang dibuat oleh larva dengan menggunakan bahan-bahan yang terdapat di sekitar hidupnya.

Biologi
I. Siklus pertumbuhannya berlangsung 5 - 6 bulan, 2 minggu inkubasi, 3-4 bulan larva dan pre pupa, 3 minggu stadia pupa dan 2-3 minggu untuk kematangan seksual kumbang.
II. Larva berkembang pada kayu lapuk, kompos dan pada hampir semua bahan organik yang sedang mengalami proses pembusukan dengan kelembaban yang cukup.
III. Batang Kelapa sawit dan Kelapa yang membusuk adalah tempat yang baik untuk tempat hidup larva ini.
IV. Jamur Metarrhizium anisopliae yang dapat tumbuh pada tempat hidup larva dan virus Baculovirus oryctes merupakan satu-satunya faktor yang dapat membatasi perkembangan populasi hama ini, waklaupun tidak efektif

Kerusakan
i. Kumbang hanya meninggalkan tempat bertlurnya pada malam hari untuk menyerang pohon Kelapa Sawit.
ii. Membuat lubang di dalam pupus daun yang belum membuka, dimulai dari pangkal pelepah.
iii. Apabila pulpus yang terserang kumbang tersebut membuka, akan terlihat tanda serangan berupa potongan simetris di kedua sisi pelepah daun tersebut.
iv. Pada tanaman muda, serangan hama ini akan menghambat pertumbuhan dan bahkan dapat mematyikan tanaman Kelapa Sawit pada tahun pertama di perkebunan
Pemantauan dan Tingkat populasi Kritis
I. Pemantauan populasi hama ini dilakukan secara teratur setiap bulan, terhadap 15 % dari jumlah keseluruhan tanaman (setiap 6 baris diambil 1 baris sebagai contoh).
II. Apabila ditemukan 3 – 5 ekor kumbang atau banyaknya bekas serangan baru selama 2 tahun pertama setelah masa tanam, maka pemberantasan harus dilakukan.
III. Serangan kurang berbahaya setelah tanaman berumur lebih dari 2 tahun, mulai umur ini tinglkat p[opulasi kritis dinaikkan menjadi 15 – 20 ekor.

Metode Pengendalian
Pengendalian inin dititik beratkan pada tingkat pencegahan yang dapat menghambat perkembangan larva hama ini. Sebenarnya ada berbagai cara untuk memberantas hama ini, tetapi pada serangan yang parah cara-cara ini kurang memadai dan tidak effisien.
o Tindakan Pencegahan
o Cara ini meliputi penutupan batang tanaman bekas replanting dengan kacang-kacangan penutup tanah, hal ini dapat mencegah serangga untuk meletakkan telurnya pada batang Kelapa Sawit.
o Jarak waktu yang sesuai antara penebangan dan penutupan batang tidak tentu, sesuai dengan jenis dan sifat batang tersebut dan tingkat populasi hama disekitar area.
o Hama ini gemar akan kayu yang lunak atau kelapa sawit.
o Pada lahan hutan diperlukan sekitar satu tahun untukmendapatkan hasil pencegahan yang baik, tetapi di perkebunan kelapa sawit penanggulangan harus cepat ( 3 bulan ).

o Tindakan Pemberantasan
o Pengumpulan kumbang secara manual dari lubangnya pada tanaman yang terserang, dengan menggunakan pengait dari kawat, tindakan ini dilakukan setiap bulan untuk
 Setiap bulan untuk populasi 3 – 5 ekor / ha/ bulan
 Setiap 2 minggu untuk populasi 5 – 10 ekor
 Setiap 1 minggu untuk populasi 10 ekor ke atas
o Penghancuran tempat pelatakan telur secara manual (bila jumlahnya masih terbatas)
o Pemberantasan secara kimia
 Menyumbat tajuk daun dengan insektisida butiran Karbofuran sebanyak 0,3 gr b.a/ pokok, dan dilakukan berulang setiap bulan bahkan sampai 2 kali sebulan
o Pengendalian secara biologis
 Penyemprotan tempat penetasan telur serangga dengan larutan pathogen yakni
- Jamur Metarrhizium anisopliae
- Virus Baculovirus oryctes
 Namun cara ini tak dianggap sebagai obat yang manjur

1.2.2 Scapanes australis Stenberg

Diskripsi
I. Kumbang panjangnya 45 – 60 mm
II. Tubuhnya berbentuk silinder
III. Warna tubuhnya hitam mengkilat dan coklat kehitaman
IV. Kumbang jantan bertanduk di kelapa berbentuk melengkung ke belakang, sedangkan 2 lagi pada bagian samping dada yang mengarah ke depan
V. Bentuk larva mirip dengan larva Oryctes

Biologi
I. Siklus pertumbuhan seluruhnya berlangsung selama satu tahun: 32 hari untuk inkubasi telur, 270 hari untuk stadia larva, lebih dari2 bulan untuk prepupa dan pupa.
II. Setelah besar kumbang dapat hidup sampai 4 bulkan, jenis betina mampu bertelur sebanyak 30 butir.
III. Larva kebanyakan berkembang di bawah batang yang membusuk.
IV. Hidup saling terpisah dan membangun istana di dalam tanah.
V. Larva tidak terlihat berkembang di dalam batang pohon kelapa sawit yang mati
Kerusakan
I. Mirip seperti kerusakan yang disebabkan oleh serangan Oryctes
II. Scapanes menyerang terutama kelapa sawit muda ( 2 sampai 6 tahun)
Metoda Pengendalian
I. Awalnya pencegahan dengan cara melenyapkan pohon yang mati
II. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan penangkapan kumbang dewasa secara berkala dengan tangan
III. Pemberantasan secara kimiawi harus dilakukan berulang-ulang secara teratur (2 bulan)-lihat cara yang dipakai untuk memberantas Oryctes

1.2.3 Jenis Scarabaeidae besar yang lain seperti
- Xylotrupes gideon (L)
* Menyerang tandan bunga muda
- Xylotrupes beckeri
- Trichogomphus simson
- Trichogomphus martabani
- 
1.3 Curculionidae

1.3.1 Rhynchophorus vulneratus (Panzer)

Diskripsi
I. Panjang kumbang 30 – 50 mm
II. Warna hitam dengan garis tengah merah sepanjang pronotum, kepala dan pangkal moncong.
III. Kumbang jantan memiliki bulu-bulu kasar pada ujung moncongnya
IV. Larva : berwarna keputihan panjang 40-50 mm, tidak berkaki dan agak gemuk
pada bagian tengah, tetapi memiliki rahang yang kuat
V. Pupa : terbungkus dalam kepompong yang berserat
Biologi
I. Siklus pertumbuhannya berlangsung sekitar 3 bulan
II. Inkubasi Telur 3 hari
III. Inkubasi Larva 2 bulan
IV. Inkubasi Pupa 2 minggu
V. Kematangan seksual kumbang dewasa 10 – 20 hari
VI. Kumbang dewasa terbang mencari luka pada tanaman kelapa sawit yang disebabkan serangan serangga Oryctes atau binatang lain seperti tikus dan babi,. Ataupun karena kesalahan teknis dalam pemeliharaan terhadap pokok kelapa sawit (luka pada batang ketiak daun)
VII. Luka pada pokok merupakan tempat makanan dan peletakan telur.
VIII. Setelah telur menetas, larva menggerek ke dalam jaringan hidup, membuat lorong-lorong.
IX. Jika terjadi serangan di dekat kuncup semi, maka tanaman dapat mati
Metoda Pengendalian
I. Pembasmian harus segera dilakukan segera setelah dijumpai serangan hama ini.
II. Upaya pengendalian yang baik adalah pencegahan, dengan menghilangkan penyebab luka batang tanaman, yang memungkinkan serangga meletakkan telurnya.
III. Tindakan pengendalian setelah terjadi serangan
a. Pengambilan larva dengan kait
b. Penyuntikan pokok kelapa sawit dengan larutan Dimetote atau Mono-krotofosb(80 gr/hl)
IV. Kumbang dewasa dewasa dapat pula diperangkap dengan menggunakan batang kelapa sawit segar yang telah dibubuhi dengan larutan metonil (100 gr/hl).
V. Setiap minggu potongan tersebut harus diganti yang baru

2. Lepidoptera ( nyusul ntar...lagi diedit)